Implementasi Program Kesehatan Reproduksi Remaja Sesuai Dengan Pp No 61 Tahun 2014 Di Puskesmas Debong Lor

Evi Zulfiana, Iroma Maulida

Abstract


Latar Belakang: Kerentanan remaja dalam menghadapi resiko kesehatan reproduksi menyebabkan pemerintah melakukan berbagai upaya dalam melakukan pelayanan kesehatan untuk remaja, salah satunya ialah mengadakan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja yang secara khusus termaktum dalam pasal 11-12 Peratutan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi yang dilaksanakan oleh puskesmas.

Tujuan: Mengetahui program puskesmas terkait kesehatan reproduksi remaja, mengetahui Kebijakan dan Fasilitas Puskesmas terkait kesehatan reproduksi remaja, mengetahui kendala yang dialami dalam mengimplementasikan program.

Metode: penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memperoleh kedalaman data melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya dari responden untuk mengetahui bagaimana Implementasi Program Kesehatan Reproduksi Remaja di puskesmas, Alat penelitian menggunakan pedoman wawancara dengan Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam terhadap kepala puskesmas, pengelola program kesehatan remaja sebagai informan utama Hasil wawancara direkam dan dibuat catatan lapangan. Untuk menghindari subyektifitas, peneliti menggunakan teknik triangulasi dalam hal ini 2 remaja.

Hasil: Hasil penelitian sudah sesuai melalui pemberian informasi dan edukasi, konseling dan pelayanan klinis medis, Kebijakan dan fasilitas puskemas mengenai kesehatan reproduksi remaja sudah sesuai dengan kemenkes dan badan KBPP (keluarga berencana dan pemberdayaan perempuan terkait kebijakan kebijakan puskesmas mengenai kesehatan reproduksi remaja adalah memberikan satu kegiatan ke sekolah- sekolah yang mana implementasinya adalah memberikan kegiatan ke sekolah-sekolah akantetapi untuk fasilitas belum ada, Kendala dalam program kesehatan remaja adalah waktu.

Simpulan Implementasi program kesehatan reproduksi remaja sudah sesuai dengan PP no 61 tahun 2014

 Kata Kunci: Implementasi Program kesehatan reproduksi, Remaja


Background: The vulnerability of adolescents in facing reproductive health risks causes the government to make various efforts in providing health services for adolescents, one of which is holding Adolescent Reproductive Health Services which are specifically stated in articles 11-12 of Government Regulation Number 61 of 2014 concerning Reproductive Health which is carried out by health centers.

Objective: To know the PHC program related to adolescent reproductive health, to know the PHC policies and facilities related to adolescent reproductive health, to know the obstacles experienced in implementing the program.

Methods: This study uses qualitative methods to obtain depth of data through the collection of data as deeply as possible from respondents to find out how the Implementation of the Adolescent Reproductive Health Program at the puskesmas, The research tool uses interview guidelines with data collection techniques carried out by in-depth interview techniques with the head of the puskesmas, the manager of the adolescent health program as the main informant The results of the interview were recorded and field notes were made. To avoid subjectivity, researchers used triangulation techniques in this case 2 adolescents.

Results: The results of the study are in accordance through the provision of information and education, counseling and medical clinical services, Policies and facilities of the puskesmas regarding adolescent reproductive health are in accordance with the Ministry of Health and the KBPP agency (family planning and women's empowerment related to the policy of the puskesmas policy regarding adolescent reproductive health is to provide an activity to schools which implementation is to provide activities to schools but for facilities do not yet exist, The obstacle in the adolescent health program is time.

Conclusion: The implementation of the adolescent reproductive health program is in accordance with PP no 61 of 2014.

 

Keywords: Implementation of reproductive health program, adolescents



References


Arsani, A.K.L.N., Agustini, M.N.N. (2013). Remaja Sehat Melalui Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Tingkat Puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol 9, No 1. 2013

Arsan, A.K.N.L., Nyoman, N., Agustini, M, Ketut, I., Purnomo, I. (2013). Peranan Program PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) Terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja di Kecamatan Buleleng. Singaraja :Universitas Pendidikan Ganesha. Vol 2, No 1.2-13

Kemenkes RI. (2015). Infodatin Reproduksi Remaja,. Pusat Informasi Kementrian Kesehatan RI.

Kiswati. (2011). Implementation Evaluation Program management (PIK-KRR) Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja oleh Penyuluh Keluarga Berencana di Kabupaten Jember. Jurnal IKESMA Volume 8 Nomor 1 Maret 2012

Muthmainnah, Jati S, P., Suryoputro A.(2014). Stakeholder Pemerintah Sebagai Prime Mover Keberhasilan Jejaring Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia.

Nurhayati, T. (2014). Perkembangan Perilaku Psikososial pada Masa Pubertas

Situmorang, A.(2011). Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja di Puskesmas: Isu dan Tantangan. Jurnal Kependudukan Indonesia. Vol. VI, No.2, 2011.

Peraturan pemerintah no 61 tahun 2014 tentang kesehatan reproduksi




DOI: https://doi.org/10.33859/dksm.v13i2.833

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2023 evi zulfiana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.