Pengaruh Status Gizi Ibu Hamil dan Status Sosial Ekonomi Terhadap Panjang Badan Lahir Bayi dan Kejadian Stunting di Kabupaten Langkat Sumatera Utara

Lusiatun Lusiatun

Abstract


Indonesia saat ini masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia yaitu stunting. Stunting pada anak menunjukkan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status gizi ibu hamil, status sosial ekonomi terhadap panjang badan lahir dan kejadian stunting di Kabupaten Langkat Sumatera Utara tahun 2019.

Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan waktu retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah anak balita usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Secanggang, Kabupaten Langkat pada tahun 2019. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 anak yang mengalami stunting dan 30 yang tidak mengalami stunting. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Uji statistik Regresi Logistik Ganda.

Hasil: Ada pengaruh status gizi ibu hamil terhadap stunting (OR=0,23; 95%CI=0,069-0,774; p=0,018), sedangkan status sosial orang tua tidak signifikan terhadap stunting dengan (OR=0,86;, 95%CI=0,378-1,989; p=0,736). Pada status gizi ibu hamil terhadap panjang badan bayi (OR=1,149; 95%CI=0,282-4,673; p=0,847) dan status sosial ekonomi terhadap panjang badan bayi dengan (OR=0,396 , 95%CI=0,116-1,349; p= 0,138).

Kesimpulan: Ada pengaruh status gizi ibu hamil terhadap kejadian stunting, sehingga ibu hamil harus memperhatikan status gizinya selama hamil.

Keywords: stunting, panjang badan lahir, status gizi ibu hamil, status sosial ekonomi


References


. TIM Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). 2017;

World Health Organization. Stunting in A Nutshell. In 2018. Available from: https://www.who.int/nutrition/healthygrowthproj_stunted_videos/en/

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. 2014; Available from: http://djsn.go.id/storage/app/media/RPJM/BUKU I RPJMN 2015-2019.pdf

Kemenkes RI. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI: Situasi Balita Pendek. 2017; Available from: https://www.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/situasi-balita-pendek-2016.pdf

Sandjojo E putro. Buku saku desa dalam penanganan stunting. Buku Saku Desa Dalam Penanganan Stunting [Internet]. 2018; Available from: http://pdtu.bindola.com/uploads/attachment/2018/03/1522313956.pdf

Fajrina N, Syaifudin. Hubungan Faktor Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul. Fak Ilmu Kesehat Univ ’Aisyiyah Yogyakarta [Internet]. 2016; Available from: http://digilib.unisayogya.ac.id/id/eprint/2051

Pusparini. Status Gizi Ibu Sebagai Faktor Risiko Panjang Bayi Lahir Rendah Serta Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Linier dan Perkembangan Kognitif Anak Usia Tiga Tahun. Inst Pertan Bogor [Internet]. 2017; Available from: https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88560

Irviana I, Faramita R. Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Keluarga dengan Kejadian Stunting Anak Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Barombong Kota Makassar Tahun 2014. al-Sihah Public Heal Sci J [Internet]. 2014;6(2):63–75. Available from: http://103.55.216.55/index.php/Al-Sihah/article/view/1978

Simbolon D, Astuti WD, Andriani L. Mekanisme Hubungan Sosial Ekonomi, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan , dan Kehamilan Risiko Tinggi ter- hadap Prevalensi Panjang Badan Lahir Pendek. J Kesehat Masy Nas [Internet]. 2015;9(3):235–42. Available from: http://journal.fkm.ui.ac.id/index.php/kesmas/article/view/570




DOI: https://doi.org/10.33859/dksm.v11i1.580

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Lusiatun - -

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.