UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI HERBA CEPLUKAN (Physalis angulata L.) UNTUK MENGATASI INFEKSI Staphylococcus epidermidis SELAMA PERSALINAN

Renata Tri Anggreany, Ismi Rahmawati, Fransiska Leviana

Abstract


Latar Belakang: Herba ceplukan (Physalis angulata L.) merupakan salah satu dari tanaman obat yang mengadung beberapa senyawa aktif yang diduga bersifat antibakteri. Kehamilan dengan ancaman persalinan preterm dikarenakan pertumbuhan kuman Staphylococcus epidermidis.

Tujuan: dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi n-heksan, etil asetat, dan air herba ceplukan terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.

Metode: Penelitian eksperimental dengan melakukan penyarian herba ceplukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian difraksinasi dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan air. Hasil ekstrak dan fraksinasi diuji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan konsentrasi 20%; 10% dan 5%. Hasil  fraksi teraktif dilanjutkan uji makrodilusi. Identifikasi kandungan kimia herba ceplukan dikerjakan dengan menggunakan uji tabung dan Kromatorafi Lapis Tipis (KLT).

Hasil: Penelitian menghasilkan rendemen ekstrak, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air berturutan sebesar 21,88; 10,90; 3,96 dan 52,00%. Hasil uji aktivitas antibakteri  menunjukkan fraksi n-heksan, etil asetat dan  air memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Fraksi etil asetat merupakan fraksi teraktif dibandingkan fraksi yang lain dengan diameter daya hambat terbesar pada konsentrasi 20% sebesar 23,33 mm. Fraksi etil asetat mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan terpenoid yang  bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri. Hasil penelitian dengan metode dilusi menunjukkan bahwa Konsentrasi Bunuh Minimum fraksi etil asetat adalah 5%.

 

Kata kunci: herba ceplukan (Physalis angulata L.), fraksinasi, Staphylococcus epidermidis, antibakteri

 

Abstract

Background: Cutleaf groundcherry herb (Physalis angulata L.) is one of the medicinal plants that contains several active compounds that are suspected to be antibacterial. Pregnancy with preterm labor risk caused by the growth of Staphylococcus epidermidis.

Aim: This study was conducted to  determine the antibacterial activity of ethanol extract, fraction of n-hexane, ethyl acetate, and cutleaf groundcherry herb water against Staphylococcus epidermidis.

Method: The extraction of cutleaf groundcherry herb was carried out by maceration method using 70% ethanol, then fractionated with n-hexane, ethyl acetate, and water. The extract and fractionation results were tested for antibacterial activity using a diffusion method with a concentration of 20%; 10% and 5%. Identification of the chemical content of the herbal cep need is done by using tube test and Thin Layer Chromataphy (TLC).

Result: The study produced extract yield, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction and water fraction of 21.88; 10,90; 3.96 and 52.00%, respectively. Antibacterial activity test results showed that the n-hexane, ethyl acetate and water fractions had antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis. Ethyl acetate fraction was the most active fraction compared to other fractions with the largest inhibitory diameter of 23.33 mm at a concentration of 20%. The ethyl acetate fraction contained flavonoids, alkaloids, saponins, and terpenoids which are responsible for antibacterial activity. The results of the study using the dilution method showed that the Minimum Killing Concentration of ethyl acetate fraction was 5%.

 

Key Words: Cutleaf groundcherry herb (Physalis angulata L.), fractionation, Staphylococcus epidermidis, antibacterial.


References


Choirunnisa A, Afifah B S. 2017. Pengaruh kombinasi ektrak etanol herba cecendet (Physalis angulata L.) dengan beberapa antibiotik terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumonie. Ilmiah Farmasi 5(2), 50-55.

[DEPKES RI]. 1989. Materia Medika Indonesia. Edisi V. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

[DEPKES RI]. 2010. Sumplemen I Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Fauzi, Aceng R, Nurmalina, Rina. 2012. Merawat Kulit dan Wajah. Jakarta: Gramedia.

Harborne J.B. 1987. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisa Tumbuhan. Penerjemah: Kosasih Padmawinata dan Iwang Soediro. Terbitan Kedua. Bandung: Penerbit ITB.

Holderman MV, Queljoe E, Rondonuwu SB. 2017. Identifikasi bakteri pada pegangan eskalator di salah satu pusat perbelanjaan di kota Manado. Jurnal Ilmiah Sains 17: 13-18

Indrayai L, Soetjipto H, Sihasale L. 2006. Skrining fitokimia dan uji toksisistas ekstrak daun pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis L. Vahl) Terhadap Larva Udang Artemia salina Leach. Berk. Penel. Hayati:57-61.

Isniyetti. 2010. Isolasi dan uji antibakteri flavonoid dari daun ciplukan (Physalis angulata Linn). Jurnal Ilmiah 2:95-102.

Lenni F, Yekki Y. 2011. Isolasi dan Pengamatan morfologi koloni bakteri kinolitik. [Skripsi]. Banda Aceh: Fakultas MIPA, Unisyah.

Marselia S, Wibowo AM, Arreneuz S. 2015. Aktivitas antibakteri ekstrak daun soma (Ploiarium alternifolium Melch) terhadap Staphylococcus epidermidis. JKK 4 : 72-82.

Natalia C. 2017. Potensi antijerawat masker gel peel-off ekstrak dan sirsak (Annona muricata L.) terhadap Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidemidis [Skripsi]. Yogyakarta: Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya.

Robinson T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Obat Tinggi. Diterjemahan oleh Kokasih Padmawinata, 191-193. ITB: Bandung.

Sylvia L. 2010. Hubungan antara jenis mikroorganisme yang ditemukan pada lesi akne dengan bentuk lesi akne [Tesis]. Padang : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas.

Yanti MN. 2018. Formulasi dan uji aktivitas emulgel strak daun pacar air (Impatiens balsamina Linn) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis ATCC 12228 sebagai antiacne [Skripsi]. Surakarta: Fakultas Farmasi, Universitas Setia Budi.

Yuda PESK, Cahyaningsih E, Yuni NLP. 2017. Skrining fitokimia dan analisis kromatografi lapis tipis ekstrak tanaman patikan kebo (Eiphorbia Hirta L.). Medicamento 3(2):61-70.




DOI: https://doi.org/10.33859/dksm.v11i1.560

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Renata Tri Anggreany, Ismi Rahmawati, Fransiska Leviana

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.