Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecenderungan Penggunaan Psikotropika Zat Adiktif (Lem Fox) Pada Remaja

Mahabbatul Layna Fadli, Alit Suwandewi

Abstract


Latar Belakang: Korban penyalahgunaan napza di Indonesia cenderung makin meningkat, Hasil survei penyalahgunaan napza oleh Badan Narkotika Nasional kepada 3.376.115 pada tahun 2017 sebanyak 1.991.909 orang (59%) adalah kelompok pekerja, sebanyak 810.267 orang (24%) adalah kelompok pelajar dan sebanyak 573.939 adalah kelompok populasi umum. Zat adiktif yang dewasa ini penggunaannya menjadi trend adalah lem fox.

Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kecenderungan penggunaan psikotropika zat adiktif (lem fox) pada remaja di Rumah Singgah Kota Banjarmasin.

Metode: Penelitian survey analitik dengan pendekatan  cross sectional. Populasi seluruh remaja yang (usia 15-20 tahun). Sampel berjumlah 41 orang dengan teknik total sampling. Analisis menggunakan uji Spearman’s rho.

Hasil: Hubungan Faktor individu dengan kecenderungan penggunaan psikotropika zat adiktif (lem fox) sebesar 0,841 bersifat sangat kuat, rentang 0,76-1,00. Penyalahgunaan zat adiktif umumnya berhubungan dengan keadaan mental, kondisi fisik dan psikologi seseorang, kepercayaan diri kurang, ketidakmampuan mengelola masalah atau stress yang dihadapi.

Simpulan: Penelitian menunjukkan Ada Hubungan  faktor individu, pengetahuan, sikap, dan lingkungan remaja dengan kecendrungan psikotropika zat adiktif (lem fox) pada remaja di Rumah Singgah Kota Banjarmasin. Disarankan bagi responden sebagai penyalah guna lem fox agar dapat menyadari bahwa perbuatannya itu adalah perbuatan yang salah dan segera memperbaiki diri dengan cara ikut serta dalam program rehabilitasi yang dilaksanakan oleh rumah singgah.

Kata Kunci: Faktor individu, pengetahuan, sikap, lingkungan dan psikotropika (lem fox).

Background: The Victim of drug abuse in Indonesia tend to increase, Results of a survey of drug abuse by the National Narcotics Agency to 3,376,115 in 2017 as many as 1,991,909 people (59%) are group of workers, 810,267 people (24%) are student group and 573,939 is a general population group. An addictive substance that is currently used as a trend is Fox glue.

Objective: To find out factors related to the tendency of using addictive substance psychotropic substances (Fox glue) on adolescents in Banjarmasin City.

Method: Analytic survey research with cross sectional approach. Population of all adolescents (15-20 years old). The sample amounted to 41 people with a total sampling technique. The analysis used Spearman's test.

Results: The relationship between individual factor with the tendency to use addictive psychotropic substances (Fox glue) of 0.841 is very strong, ranging from 0.76-1.00. Addictive substance abuse is generally associated with mental states, physical and psychological conditions of a person, lack of self-confidence, inability to manage problems or stress faced.

Conclusion: Research shows there is a relationship between individual factors, knowledge, attitudes, and environment of adolescents with a tendency to use psychotropic addictive substances (Fox glue) on adolescents at the Shelter House in Banjarmasin. It is recommended for respondents as abusers of Fox glue to be able to realize that their actions are wrong and immediately improve themselves by participating in rehabilitation programs implemented by the shelter management.

Keywords: Individual factor, knowledge, attitudes, environment and psychotropics (Fox glue).


Full Text:

FULL TEXT PDF

References


Azriful, Ibrahim & Sulaiman. (2015). Gambaran Pengguna Narkoba Inhalasi (Ngelem) pada Anak Jalanan di Kota Makassar Tahun 2015: Jurnal. Al-Sihah : Public Health Science Journal, Volume 8 Januari-Juni 2016

BKKBN. (2017). Penyalahgunaan NAPZA pada Remaja. Jakarta: BKKBN.

BNN. (2017). Survei Nasional Penyalahgunaan Narkoba di 34 Provinsi Tahun 2017. Jakarta: Pusat Penelitian Data dan Informasi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia.

Candra. (2015). Fenomena Penyalahgunaan Lem Fox pada Anak Jalanan di Kota Bekasi.Skripsi. Universitas Indonesia.

Hidayat AAA. (2010). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.

-------. (2013). Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta: Salemba Medika.

Kemenkes RI. (2017). Penyalahgunaan NAPZA (Online). (http://id.kemenkes.org/, diakses 15 Februari 2019).

-------. Kemenkes RI. (2016). Penyalahgunaan Lem Fox dikalangan Anak Jalanan (Online). (http://id.kemenkes.org/, diakses 15 Februari 2019).

Kusmiran. (2011). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.

Lestari (2015). Kumpulan Teori untuk Kajian Pustaka Penelitian Kesehatan.Yogyakarta: Nuha Medika

Lisa dan Sutrisna (2013). Narkoba, Psikotropika dan Gangguan Jiwa Tinjauan Kesehatan dan Hukum. Yogyakarta: Nuha Medika.

Notoatmodjo S. (2010). Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

-------. (2012). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2011). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pedoman Skripsi, Tesis dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Rahma. (2017). Tinjauan Sosiologis terhadap Perilaku Anak Remaja Menghisap Lem di Kota Makassar. Jurnal: Universitas Alauddin.

Riyadi. (2015). Risiko Penyalahgunaan Napza pada Remaja Ditinjau dari Jenis Kelamin, Status Tinggal dan Status Orangtua. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas MuhammadiyahSurakarta.

Rumah Singgah. (2019). Buku Laporan Anak Jalanan di Rumah Singgah Tahun 2019. Banjarmasin: Rumah Singgah Kota Banjarmasin.

Puspita. (2015). Zat Adiktif dan Psikotropikabahaya Menghirup Lem Aibon / Lem Fox. (Online). zat-adiktif”, diakses 15 Februari 2019).

Wawan dan Dewi. (2010). Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.

Wahyudi (2013). Pengetahuan, Remaja dan NAPZA (Online). http://id.wahyudi.org/pengetahuan-remaja-dan-napza”, diakses 15 Februari 2019).

Yusuf (2015). Pengertian Remaja (Online). http://id.yusuf.org/pengertian-remaja”, diakses 15 Februari 2019).




DOI: https://doi.org/10.33859/dksm.v10i2.505

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Mahabbatul Layna Fadli

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.