Hubungan Siklus Menstruasi Dengan Angka Kista Ovarium Pada Pasien RSUD “X†Banjarmasin

Anita Herawati, Linda Kusumawati, Ahmad Hidayat

Abstract


 

Latar Belakang : Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2013 angka kejadian kista ovarium sebanyak 37,2% yang sering terjadi pada perempuan umur antara 20 – 40 tahun. Kista ovarium ini sering disebut dengan silent killer dimana sekitar 60% - 70% pasien datang dalam keadaan sudah terdiagnosis stadium lanjut. Kejadian kista ovarium di Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan dari tahun ketahun. Di RSUD X Banjarmasin, kejadian kista ovarium berfluktuasi pada tahun 2012 sebanyak 243 kasus, tahun 2013 sebanyak 103  kasus dan tahun 2014 sebanyak 186 kasus.

Tujuan : untuk mengkaji hubungan kejadian kista ovarium dengan siklus menstruasi di RSUD X Banjarmasin.

Metodologi : Desain penelitian yang di gunakan desain Case control dengan jumlah kasus 186 pasien dengan kista ovarium dan kontrol 186 pasien yang tidak kista ovarium. Analisis data dengan analisis diskriptif analitik dengan chi square, regresi logistik berganda, data penelitian yang digunakan data sekunder dari tahun 2012 -2014.

Hasil penelitian : umur perempuan berisiko memiliki 5 kali kemungkinan terkena kista ovarium yaitu sebesar 29,1%, siklus menstruasi yang tidak teratur memiliki risiko 2 kali dengan probabilitas 5,8%, status pernikahan memiliki kontribusi sebanyak 9 kali lebih berisiko yaitu 6,8%, paritas pada ibu yang pernah melahirkan  akan  mengurangi risiko kista ovarium  sebesar 69,5%,  dengan kontribusi 2%. Obesitas memiliki resiko 3 kali dengan probability 19,5%, keluarga yang memiliki riwayat kista ovarium  memiliki risiko 1 kali dengan kontribusi 1,4%.  Menarche tidak berhubungan dengan kista ovarium.

Kata kunci       : Kejadian  kista ovarium, siklus menstruasi,  pernikahan.

 

ABSTRACT

Background: Based on the 2013 Indonesian Health Demographic Survey, the incidence of ovarian cysts, which amounted to 37.2%, often occured in women aged between 20-40 years. Ovarian cysts are often called the silent killer where around 60% - 70% of patients come under the diagnosis of an advanced stage. The incidence of ovarian cysts in Indonesia has increased significantly from year to year. In RSUD X Banjarmasin, the incidence of ovarian cysts fluctuates; in 2012 there were 243 cases, in 2013 there were 103 cases and in 2014 there were 186 cases.

Objective: The purpose of this study was to examine the relationship between the incidence of ovarian cysts and the menstrual cycle in Banjarmasin X Hospital.

Methodology: The study design used was Case-control design with 186 cases of patients with ovarian cysts and control of 186 patients who did not have ovarian cysts. The analysis of the data applied is analytical descriptive analysis with chi-square, multiple logistic regression, the research data used is secondary data from 2012 -2014.

Results: Age of women at risk of having 5 times the likelihood of developing ovarian cysts is 29.1%, irregular menstrual cycles have 2 times the risk with a probability of 5.8%, marital status has a contribution as much as 9 times more risk which is 6.8 %, parity in mothers who have given birth will reduce the risk of ovarian cysts by 69.5%, with a contribution of 2%. Obesity has a risk 3 times with a probability of 19.5%, families that have a history of ovarian cysts have a one-time risk with a contribution of 1.4%. Menarche is not associated with ovarian cysts.

Keywords       : Occurrence of ovarian cysts, menstrual cycle, marriage.


Full Text:

FULL TEXT PDF

References


BKKBN, 2006. Deteksi Dini Komplikasi Persalinan. Jakarta : BKKBN

Catatan Rekam Medik Ruang Poliklinik Kandungan RSUD. X Banjarmasin

Corvin, E.J 2008 Penyakit

Kandungan.Yogyakarta: Fitramaya

Dahlan Sopiyudin. M 2011. Besar sampel dan cara pengambilan sampel

Dumaris et al., 2012. Penelitian karekteristik penderita kista ovarium.

Fitri, 2013 Kista Ovarium. [internet]. Availablefrom: maternitasku [Diakses 5 oktober 2015].

J. Frey dan Dupler, 2015 "Ovarian Cysts." The Gale Encyclopedia

Jacoeb 2008 Ketua Yayasan Endometriosis Indonesia

Lowdermilk, et.al. 2005. Maternity Women’s Health Care. Seventh edit. United States of America:Mosby.

Manuaba 2008. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga berencana. Jakarta:EGC.

Notoatmodjo Soekidjo 2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Nugroho 2010. Kesehatan Wanita Gender dan Permasalahannya. Nuha mika: Yogyakarta

Prawirohardjo. 2007. Ilmu Kandungan. Jakarta: YBP-SP

---------------------------,. 2008. Ilmu Kandungan. Jakarta: YBP-SP

---------------------------,. 2009. Ilmu Kandungan. Jakarta: YBP-SP

Pudasaini et al., 2011. Katayastha S. of ofarian tumors in Nepal Medical

College Teaching Hospital. Nepal Med Coll J 2009 ; 11 :200-2.

Sugiyono (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif & RND. Bandung : Alfabeta

Supriyanto, 2010. Supriyanto, Ancaman Penyakit Kanker Deteksi Dini & Pengobatannya. Yogyakarta:Cahaya Ilmu

Taufan nugroho, (2010 dan Imam Rasjidi 2010)

Taylor and Chandrasoma (2005. Ringkasaan Patologi Anatomi. Jakarta. EGC.

Taylor and Chandrasoma (2006 Ringkasaan Patologi Anatomi. Jakarta. EGC.




DOI: https://doi.org/10.33859/dksm.v10i1.405

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Anita Herawati, Linda Kusumawati, Ahmad Hidayat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.