Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Media Urine

Autor(s): Elvine Ivana Kabuhung, Novalia Widiya Ningrum
DOI: 10.33859/dksm.v9i2.367

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan salah satu keganasan yang terjadi pada wanita. Kanker serviks umumnya terdeteksi pada stadium lanjut karena kurangnya keinginan untuk mendeteksi secara dini. Kanker serviks dapat disembuhkan jika terdeteksi pada stadium awal. Deteksi dini kanker serviks dilakukan melalui pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dan Pap Smear. Namun wanita tidak mau melakukan pemeriksaan tersebut karena merasa malu, sakit, dan biaya mahal. Deteksi dini kanker serviks perlu dikembangkan dengan menggunakan cara pemeriksaan yang lebih mudah dan tidak menimbulkan perasaan malu yaitu melalui media urin.

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil pemeriksaan urin pada wanita yang telah dilakukan pemeriksaan Pap Smear.

Metode Penelitian: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan mendeskripsikan hasil pemeriksaan laboratorium urin pada 30 orang wanita.

Hasil Penelitian: Dari 30 orang wanita yang dilakukan pemeriksaan Pap Smear didapatkan hasil 20 orang dengan serviks normal dan 10 orang dengan serviks bermasalah. Pada 10 orang wanitadengan serviks bermasalah ini didapatkan leukosit positif 3 (40%) dan bakteri positif 1 (60%).

Simpulan: Peningkatan leukosit dalam urin memberikan indikasi terjadinya permasalahan keseahatan yang terdeteksi melalui urin. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan variabel penelitian yang lebih spesifik untuk mendeteksi kanker serviks melalui urin yaitu dengan tes DNA Virus HPV.

Kata Kunci: Kanker Serviks, Urine

Abstract

Background: Cervical cancer is one of the malignancies that occur in women. Cervical cancer is generally detected at an advanced stage due to a lack of desire to detect it early. Cervical cancer can be cured if detected at an early stage. Early detection of cervical cancer is done through IVA examination (Visual Inspection with Acetic Acid) and Pap Smear. But women do not want to do the examination because they feel embarrassed, sick, and expensive. Early detection of cervical cancer needs to be developed by using a method of examination that is easier and does not cause embarrassment, namely through the media of urine.

Research Objectives: This study aims to describe the results of urine examination in women who have had a Pap smear examination.

Research Methods: The approach used in this study is a quantitative approach by describing the results of laboratory urine tests in 30 women.

Reseach Result: Of the 30 women who had a Pap smear, 20 people with normal cervix and 10 people with a problem with the cervix were found. In 10 women with this problematic cervix 3 positive (40%) leukocytes and 1 positive bacteria (60%) were found.

Conclusion: Increased leukocytes in the urine give an indication of the occurrence of health problems detected through urine. Future studies can use more specific research variables to detect cervical cancer through urine, namely by testing the HPV Virus DNA.

Keywords: Cervical cancer, Urine

Full Text:

FULL TEXT PDF

References

Kementerian Kesehatan RI. 2011. Profil Kesehatan Indonesia 2010. Jakarta.

_____________________. 2015. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. Jakarta.

Kowalak, Jennifer P. 2013. Buku Ajar Patofisiologi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran.

Khunamornpong, Surapan; Settakorn, Jongkolnee; Sukpan, Kornkanok; Lekawanvijit, Suree; Katruang, Narisara; Siriaunkgul, Sumalee. 2016. Obstetrics and Gynecology International Volume 2016 (2016), article ID 6801491.

Rasjidi, Imam. 2007. Panduan Penatalaksanaan Kanker Ginekologi Berdasarkan Evidence Based. Jakarta: EGC.

Rasjidi, Imam. 2009. Epidemiologi Kanker Serviks. Indonesian Journal of Cancer, (Online), Vol. III, No. 3, halaman 103 – 108.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.