PENGARUH SENAM ASMA BRONKHIAL TERHADAP FREKUENSI KEKAMBUHAN PASIEN ASMA BRONKHIAL DI PUSKESMAS PENUJAK LOMBOK TENGAH NUSA TENGGARA BARAT

Lungguh Tarenaksa Suranggana, Koesbaryanto Koesbaryanto, Azizah Khoiriyati

Abstract


Latar belakang: Senam asma merupakan salah satu penatalaksanaan non farmakologis pada pasien asma yang tujuannya untuk melatih ekspirasi dan inspirasi dalam mengeluarkan O2 karena adanya obstruksi jalan napas, meningkatnya sirkulasi oksigen ke otot pernapasan menyebabkan metabolisme aerob dan energi tubuh menjadi meningkat. Senam asma merupakan suatu cara yang efektif untuk melatih teknik bernafas pada pasien asma.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh senam asma bronkhial terhadap frekuensi kekambuhan pasien asma bronkhial Di Puskesmas Penujak Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat tahun 2018.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan control group design dan total sampling sesuai kriteria sedang sebanyak 55 responden, dilakukan dengan cara time series pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, setiap 3 kali seminggu selama 4 minggu di Puskesmas Penunjuk Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Hasil: Hasil uji menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan kategori usia, jenis kelamin, dan pendidikan secara berturut-turut dari kategori usia 20-50 tahun, usia 31-40 merupakan kelompok usia terbanyak dengan nilai 45,4%; pada kategori jenis kelamin, perempuan mendominasi laki-laki dengan nilai 81,8%; sedangkan karakteristik pendidikan, SMA lebih banyak dibandingkan dengan sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sarjana dengan nilai sebesar 34,5%. Berdasarkan analisis data bahwa nilai frekuensi kekambuhan pada kelompok intervensi adalah 2,75 ± 0,70 dan setelah intervensi adalah 1,21 ± 0,42.

Simpulan: Pasien asma yang melakukan latihan senam asma terdapat penurunan frekuensi kekambuhan lebih besar dibandingkan dengan pasien yang tidak melakukan senam asma.

 Kata kunci: Asma bronkhial, senam asma, frekuensi kekambuhan

 

ABSTRACT

 

Background: Asthma exercise is one of the non-pharmacological managements for patients with asthma aimed to train expiration and inspiration in removing O2 due to an airway obstruction, an increased circulation of oxygen to the respiratory muscles causing aerobic metabolism to happen and increase body energy. Asthma exercise is an effective way to practice breathing techniques for patients with asthma.

Objective: This study aims to analyze the effects of bronchial asthma exercise on the frequency of patients’ bronchial asthma recurrence in Puskesmas Penujak Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat in 2018.

Method: This study carried out a quasi-experimental method with control group design involving 55 respondents as the total sampling selected through some criteria and done by using time series in the intervention group and control group every 3 times a week for 4 weeks in Puskesmas Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat.

Result: The test results show respondent characteristics based on age, sex, and education categories respectively. In terms of age, from the category of the age group of 20-50 years, the age of 31-40 years is the highest age group with the value of 45.4%. In the category of gender, women outnumber men with the value of 81.8%. Meanwhile for the characteristics of education, the number of high school graduates is bigger than the graduates of elementary school, junior high school, and university that is 34.5%.Based on the data analysis, the frequency of recurrence in the intervention group is 2, 75 ±0.70 and after the intervention is 1, 21 ±0.40.

Conclusion: There is a decreased frequency of asthma recurrence for the patients who do asthma exercise compared to patients who do not have asthma exercise.

Keywords: Bronchial asthma, asthma exercise, frequency of reoccurrence


Full Text:

FULL TEXT PDF

References


Antoro, B. (2016). Pengaruh Senam Asma Terstruktur Terhadap Peningkatan Arus Puncak Ekspirasi (APE) Pada Pasien Asma. Jurnal Kesehatan, 6(1).

Azhar, A. H. (2016). hubungan rutinitas senam asma terhadap faal paru pada penderita asma yang mengikuti senam asma di rsud abdul moeloek (doctoral dissertation, fakultas kedokteran).

Brumpton, Ben., Xiao-Mei Mai, Arnulf Langhammer, Lars Erik Laugsand, Imre Janszky and Linn Beate Strand,. (2017). Prospective study of insomnia and incident asthma in adults: the HUNT study. Eur Respir J 2017; 49: 1601327.

Global Initiative for Asthma (GINA)., (2014). Global Strategy for Asthma Management and Prevention, www.ginasthma.org, diakses pada 15 Desember pukul 17.00 WIB.

Guyton dan Hall., (2014). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Ed 22. Jakarta: EGC

Handayani, R. N., & Djunaedi, D. A. A. (2012). Effect of swimming and asthmatic exercise on forced expiratory volume in 1 second (FEV1) and levels of cortisol hormone in asthmatics patients. Journal of the Medical Sciences (Berkala ilmu Kedokteran), 44(01).

Hidayati, P., & Irdawati, H. (2015). Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Pencegahan Asma dengan Kejadian Kekambuhan pada Penderita Asma di Wilayah Kerja Puskesmas Ngoresan Surakarta (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Ikawati, Zullies., (2016). Penatalaksanaan Terapi Penyakit Sistem Pernapasan. Yogyakarta: Bursa Ilmu.

Juniarti, Ayu (2017). Penerapan Senam Asma Untuk Mengatasi Masalah Oksigenasi Pada Pasien Asma. Program Studi Diii Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong.

Kementrian Kesehatan Republik., (2013). Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI." (2013).

Maulani, M. (2014). Latihan Sepeda Statis Meningkatkan Peak Expiratory Flow (PEF) dan Mengurangi Frekuensi Kekambuhan pada Penderita Asma. IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices), 1(1), 55-61.

Mayuni, A. A. I. D., & Puspita, L. M. (2010). Pengaruh Diaphragmatic Breathing exercise terhadap Kapasitas Vital Paru Pada Pasien Asma di Wilayah Kerja Puskesmas III Denpasar Utara. COPING (Community of Publishing in Nursing), 3(3).

Melastuti, E., & Husna, L. (2015). Efektivitas Teknik Pernafasan Buteyko Terhadap Pengontrolan Asma Di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Semarang. Nurscope: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan, 1(2), 1-7.

Purba, Diva Petrina dan Sitepu, Nunung Febriany, 2012. Aktivitas Pencegahan Kekambuhan Asma Oleh Pasien Asma.

Ristianingrum, I. (2010). Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Tes Fungsi Paru. Universitas Jendral Soedirman. Skripsi Fakultas Kedokteran. Universitas Jendral Soedirman.

Sudrajat, N. U. H., & Berawi, K. (2016). Efektifitas Senam Asma untuk Meningkatkan Fungsi Paru Penderita Asma. Jurnal Majority, 5(4), 112-116

Sundaru, Heru, 2007. ASMA. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Widjanegara, I. G., Tirtayasa, K., & Pangkahila, A. (2015). senam asma mengurangi kekambuhan dan meningkatkan saturasi oksigen pada penderita asma di poliklinik paru rumah sakit umum daerah wangaya denpasar. Sport and Fitness Journal, 3(2), 1-1.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan

E-ISSN : 2549-4058

p-ISSN : 2086-3454